HOME / BUDAYA / Lestarikan Tradisi dengan Kekuatan Cinta
Desa Sade Sasak. (Foto: Wisata Lombok)
Desa Sade Sasak. (Foto: Wisata Lombok)

Lestarikan Tradisi dengan Kekuatan Cinta

SUARADESA, LOMBOK – Dengan kekuatan cinta, mereka menjaga tradisi agar tetap dapat dinikmati wisatawan. Upaya melestarikan adat dan tradisi pada suatu lokasi wisata memang sangat diperlukan. Hal itu tersebut tentu menambah nilai tersendiri dan pengetahuan bagi yang berkunjung.

Lombok yang kental dengan Suku Sasaknya memiliki beberapa destinasi wisata berbasis adat atau budaya, salah satunya adalah Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Untuk menjaga keberlangsungannya, dijelaskan Kepala Dusun Sade, Kurdap Selake caranya dengan menjaga kecintaan generasi penerus atas apa yang dimiliki.

“Menanamkan kesadaran untuk mencintai warisan budaya leluhur. Sampai saat ini masih dipertahankan. Ada kekhawatiran hilang pada generasi muda. Maka dari itu, kita akan memberi penyadaran terus menerus untuk tetap mencintainya,” ucap Kurdap, kemarin.

Kegiatan menjaga kearifan lokal antara lain melakukan upacara perkawinan, dan khitan. Ada pula tradisi memohon hujan melalui permainan adat bernama Betomplekan.

“Pada prakteknya Betomplekan itu, ada dua pemangku adat akan saling pukul dengan menggunakan bambu. Tetapi, kami tidak melakukannya setiap tahun hanya di kemarau panjang. Pesertanya bisa juga antar dusun atau kelompok masyarakat juga,” kata Kurdap.

Selain kegiatan tradisi insidental tersebut, ada pula pertunjukan saat ada pesanan yaitu Tari Gendang Beleq. Menyinggung kembali bagaimana menjaga keberlangsungan kearifan lokal bagi generasi penerus adalah dengan pembinaan atau sosialisasi.

“Salah satu acaranya ada dengan pembinaan. Jadi anak-anak muda ini setiap bulannya pada tanggal 15 akan kita kumpulkan untuk sosialisasi,” tegas dia.

Dusun Sade sendiri memiliki jumlah penghuni sebanyak 150 KK dengan luas 5.000 meter persegi. Kunjungan ke desa adat ini mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.

“Rata-rata dari domestik berdasar jumlah datanya berkisar 500 perhari. Kalau mancanegara perhari sekitar 160 orang. Malaysia penyumbang terbanyak dari kunjungan turis Asia Tenggara,” ucap Kurdap.(detik)

 

Baca juga

Candi Ijo. (Foto; HeriSugianto'sBlog)

Candi Ijo Akan Segera Diperbaiki

SUARADESA, SLEMAN – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi mengatakan, …